Sunday, October 27, 2013

Kegiatan Pelantar Titian menjadi idola Masyarakat Pesisir

Kegiatan pelantar titian masyarakat merupakan hal yang selalu diidamkan oleh masyarakat pesisir pantai, seperti yang diungkapkan oleh ibu hayati sebagai KPMD desa mantang lama, kami sudah bersyukur pak mendapatkan pelantar titian masyarakat  yang dari dulu pelantar titian kami menggunakan papan yang sudah buruk/ tidak layak  tetapi sekarang adanya usulan PNPM tahun 2013 sudah menjadi pelantar titian masyarakat dengan menggunakan beton.
Hal yang sama diungkapkan oleh KADES Mantang Lama beliau sangat bersyukur sekali ada program PNPM-Mandiri Perdesaan masuk di Kecamatan Mantang bisa memperbaiki jembatan titian masyarakat yang sudah pada lapuk kayunya masing-masing.
Pelantar titian memang tak mungkin bisa diperbaiki dengan secara bagus atau beton dikarenakan biaya membuat sebuah pelantar titian masyarakat sangat memakan biaya yang sangat tinggi. Dan tak akan bisa masyarakat bisa menswadayakan pekerjaan tersebut.
Dari hasil bersyukurnya masyarakat terhadap kegiatan pelaksanaan jalan titian masyarakat, masyarakat pemanfaat disekitar pekerjaan tidak segan-segan mengeluarkan  teh dan kopi untuk diminum oleh para pekerja, agar pekerja lebih bersemangat untuk melakukan proses pekerjaan pembangunan jembatan titian ini.
 Didaerah pesisir masing-masing masyarakat tinggal ditepi pantai atau diatas laut, maka dari itu perlunya jembatan titian sebagai penghubung dari rumah kerumah masyarakat tersebut, selain itu juga jembatan titian ini agar mempermudah akses masyarakat untuk pergi kejalan umum, seperti jika ada terjadi masyarakat yang sakit atau meninggal dunia, sudah memudahkan masyarakat untuk memandu/mengangkat masyarakat  yang sakit ataupun yang meninggal dunia.
Proses pekerjaan jembatan titian ini pun agak rumit dikarenakan didalam pelaksanaan kegiatan menggunakan proses yang panjang misalnya sewaktu pengecoran tiang , masyarakat harus menunggu sampai air laut surut supaya dapat mempermudah pekerjaan pengecoran tiang, jika seandainya air laut surut malam maka masyarakat harus mengerjakan pada waktu malam. Hal ini dikarenakan dikecamatan mantang kurangnya  alat –alat teknologi dan juga kegiatannya masih dapat diatasi oleh masyarakat tempatan didalam pelaksanaan kegiatan ini.
Sampai sekarang ini pekerjaan perbaikan pelantar titian masyarakat ini masih sedang proses pekerjaan dan tak lama lagi akan selesai pelaksanaannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat

Bersuka-ria menantang Ombak

Bersuka-ria menantang Ombak
Ombak merupakan hal yang tak terpisahkan jika anda menantang laut, tanpa ombak berlayar dilaut bagaikan makan tanpa garam, itu yang selalu diucapkan para penantang ombak yaitu masyarakat pesisir.
Kecamatan mantang merupakan Kecamatan Pesisir, dimana kecamatan ini di kelilingi lautan yang berombak, jika anda mau bermain ombak silakan ke mantang, yuuuupp…. dijamin goyang ngebor…….
Ok…. kita kembali ke laaaaaktoooop…. 
Pada tanggal 19 september 2013 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Kecamatan mantang datang ke Kecamatan Bintan Pesisir melakukan kunjungan di Desa Numbing dalam kegiatan tugas yaitu melakukan Pra Audit atau sering disebut Audit Silang Antar Kecamatan.
Audit silang antar Kecamatan sering dilakukan setiap tahun, masing-masing kecamatan melakukan audit kepada kecamatan lain, kebetulan kecamatan mantang pada hari ini melakukan audit dikecamatan bintan Pesisir di desa numbing.
Didalam pelaksanaan audit desa Numbing sudah sangat bagus administrasinya sudah tersusun dengan rapi dan sangat bagus,item per item di cek kader teknik dan KPMD serta TPK untuk mencari kesalahan sangat susah sekali karena administrasi  yang dibuat oleh TPK desa numbing sangat tersusun dengan rapid an bagus, begitu pula halnya dengan pembangunan fisik, sangat bagus dan hampir selesai atau 100%, tetapi anggarannya masih baru tahap ke 2 penyaluran.
Salut…… dengan Tim PNPM-MPd Kecamatan Bintan Pesisir………..
Setelah selesai mengecek administrasi dan mengukur kegiatan fisik tim mantang pun pulang dikarenakan pekerjaan sudah selesai….
Kami pun masing –masing pulang ke Pompong untuk pulang ke kecamatan mantang, Setelah beberapa menit berlayar, pompong kami mulai dihempas gelombang, uhhhhh….menakutkan…… pompongpun masuk air…..giurr….giurr…. tapi tak banyaklah kira-kira 1 (satu) ember saja……
Tiba-tiba semua teman-teman terdiam…..ada yang tidur…ada yang termenung….ada juga yang makan……xixixixi…….wah seru bangeeettt….
Ahhhhhh… itu biasa kata buk hayati KPMD mantang lama…..
Ombak pun mengalun dan pompon kami pun menari lembut diatas gelombang yang sambil disirami air-air laut yang berteberan…..
Jendelapun mulai tertutup… pengap pun terasa, sambil bergoyang mengikiti alunan pompon…. Waaahhhh seruuuuuu….

Ayo siapa yang berani pergi ke numbing lagi pada bulan September ini ????... mungkin kamu akan merasakan goyangan bersuka – ria menantang ombak……ayoo.. mau coba…..pokoknya seru banget deh…..yuuuuuuuppppp……

Monday, July 15, 2013

merpati putih di tepi sungai

Suir angin menghempas pohon bakau yang  berbunyi mengiringi bersautan dengan air pasang,  bunyinya begitu merdu bagaikan merpati putih bermain ditepi pantai, hal inilah yang membuat nyaman dikala duduk di warung makan di Desa Pengudang.
                Desa pengudang merupakan Desa yang mayoritas penduduknya adalah Nelayan, ini yang membuat buk rawina mempunyai ide untuk membuat warung makan, karena begitu susahnya warung makan yang ada di Desa pengudang Kecamatan Teluk Sebong.
                Berawal dari ide, dulunya buk rawina ini mempunyai usaha Produksi Kepiting yang dikirimkan ke Negeri Luar yaitu di Malaysia dan singapure, isi kepiting ini dieksport melewati temannya yang ada di tanjung pinang. 
Karena bergitu sulitnya mendapatkan bahan baku, sehingga usaha itu tidak bisa berjalan lagi karena untuk mendapatkan bahan baku kepiting bisa memakan waktu satu dan dua minggu. Maka dari itu buk Rawina beralih usaha menjadikan usaha makanan, yaitu warung makan.
Berawal dari usaha kepiting  buk Rawina untuk meminjam di UPK pada tahun 2008, dan memulai pinjaman Rp. 5.000.000,- dari kelompok  Yasinan RT.07, memulai dari usaha itu beliau bisa membiayai keluarga dan anaknya yang masih sekolah SLTP di Desa berakit. Buk Rawina mepunyai 4 orang karyawan untuk membersihkan kepiting.
Ide warung makan ini berawal dari habisnya pasokan kepiting untuk diperjual belikan, sehingga buk rawina membuat warung makan untuk membantu dari karyawannya yang tidak mempunyai kerja tetap, sehingga bisa membantu warga yang tidak mempunyai pekerjaan, diwarung ini buk rawina memperkerjakan satu orang pekerja, karena warung ini juga masih dianggap belum laris atau belum terlalu ramai pengunjung yang datang di warung ini, karena mungkin begitu jauh dari jalan besar.
Menurut buk rawina warung ini bisa mendapatkan dana keuntungan Lebih kurang Rp. 200.000,- perhari, dan diberikan, Rp. 20.000,- untuk karyawan penjaga warung ini sambil memberikan makanan yang tidak habis dibeli dibawa pulang untuk makan dikala malam, hal ini sangat membantu oleh karyawan buk rawina, dimana dari membantu usaha kepiting sehingga membantu warung makan.
Berawal dari mencoba membuka warung makan buk Rawina sudah merasakan keuntungan dari hasil yang telah dikerjakannya, untuk modal buk rawina mengatakan bahwa tak susah lagi karena PNPM-mandiri perdesaan Kecamatan Teluk Sebong bisa membantu dana modal menjalankan usaha, dan juga bunganya tidak terlalu besar, dibandingkan jika kita meminjam di Bank Keliling, yang setiap harinya meminta pembayaran yang bunganya begitu besar.

Bank keliling sering datang ketempat Warung makan buk rawina, sering memujuk buk rawina untuk meminjam di tempatnya, tetapi buk rawina selalu tak mau dengan alasan sudah meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan Kecamatan Teluk Sebong.
Menurut buk rawina PNPM-Mandiri Perdesaan disini sangat menguntungkan masyarakat dimana sampai sekarang di Desa Pengudang sudah mempunyai 6 kelompok yang masih aktif meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan, saya juga selalu mengatakan kepada masyarakat untuk meminjam di PNPM –Mandiri Perdesaan saja, memang prosesnya lama tetapi kita meminjam tidak cekik leher (kata bunga yang besar bahasa melayu pengudang) seperti bank-bank keliling itu, dengan pinjaman yang mudah tetapi bunganya sangat besar, dan pembayarannya setiap hari, andai saja waktu hari itu kita punya uang bisa untuk membayar, jika kita pada waktu itu tidak punya uang bisa pakai apa kita untuk membayarnya ( bisa membuat malu). Kita dimarah-marah oleh pengurus Bank keliling itu.
Buk Rawina ini adalah KPMD mulai tahun 2008 sampai sekarang, dan terus ditunjuk masyarakat menjadi KPMD Desa Pengudang, karena buk rawina ini selalu mengajarkan kepada masyarakat untuk membuat Proposal pengajuan pinjaman SPKP Kecamatan Teluk Sebong