Monday, July 15, 2013

merpati putih di tepi sungai

Suir angin menghempas pohon bakau yang  berbunyi mengiringi bersautan dengan air pasang,  bunyinya begitu merdu bagaikan merpati putih bermain ditepi pantai, hal inilah yang membuat nyaman dikala duduk di warung makan di Desa Pengudang.
                Desa pengudang merupakan Desa yang mayoritas penduduknya adalah Nelayan, ini yang membuat buk rawina mempunyai ide untuk membuat warung makan, karena begitu susahnya warung makan yang ada di Desa pengudang Kecamatan Teluk Sebong.
                Berawal dari ide, dulunya buk rawina ini mempunyai usaha Produksi Kepiting yang dikirimkan ke Negeri Luar yaitu di Malaysia dan singapure, isi kepiting ini dieksport melewati temannya yang ada di tanjung pinang. 
Karena bergitu sulitnya mendapatkan bahan baku, sehingga usaha itu tidak bisa berjalan lagi karena untuk mendapatkan bahan baku kepiting bisa memakan waktu satu dan dua minggu. Maka dari itu buk Rawina beralih usaha menjadikan usaha makanan, yaitu warung makan.
Berawal dari usaha kepiting  buk Rawina untuk meminjam di UPK pada tahun 2008, dan memulai pinjaman Rp. 5.000.000,- dari kelompok  Yasinan RT.07, memulai dari usaha itu beliau bisa membiayai keluarga dan anaknya yang masih sekolah SLTP di Desa berakit. Buk Rawina mepunyai 4 orang karyawan untuk membersihkan kepiting.
Ide warung makan ini berawal dari habisnya pasokan kepiting untuk diperjual belikan, sehingga buk rawina membuat warung makan untuk membantu dari karyawannya yang tidak mempunyai kerja tetap, sehingga bisa membantu warga yang tidak mempunyai pekerjaan, diwarung ini buk rawina memperkerjakan satu orang pekerja, karena warung ini juga masih dianggap belum laris atau belum terlalu ramai pengunjung yang datang di warung ini, karena mungkin begitu jauh dari jalan besar.
Menurut buk rawina warung ini bisa mendapatkan dana keuntungan Lebih kurang Rp. 200.000,- perhari, dan diberikan, Rp. 20.000,- untuk karyawan penjaga warung ini sambil memberikan makanan yang tidak habis dibeli dibawa pulang untuk makan dikala malam, hal ini sangat membantu oleh karyawan buk rawina, dimana dari membantu usaha kepiting sehingga membantu warung makan.
Berawal dari mencoba membuka warung makan buk Rawina sudah merasakan keuntungan dari hasil yang telah dikerjakannya, untuk modal buk rawina mengatakan bahwa tak susah lagi karena PNPM-mandiri perdesaan Kecamatan Teluk Sebong bisa membantu dana modal menjalankan usaha, dan juga bunganya tidak terlalu besar, dibandingkan jika kita meminjam di Bank Keliling, yang setiap harinya meminta pembayaran yang bunganya begitu besar.

Bank keliling sering datang ketempat Warung makan buk rawina, sering memujuk buk rawina untuk meminjam di tempatnya, tetapi buk rawina selalu tak mau dengan alasan sudah meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan Kecamatan Teluk Sebong.
Menurut buk rawina PNPM-Mandiri Perdesaan disini sangat menguntungkan masyarakat dimana sampai sekarang di Desa Pengudang sudah mempunyai 6 kelompok yang masih aktif meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan, saya juga selalu mengatakan kepada masyarakat untuk meminjam di PNPM –Mandiri Perdesaan saja, memang prosesnya lama tetapi kita meminjam tidak cekik leher (kata bunga yang besar bahasa melayu pengudang) seperti bank-bank keliling itu, dengan pinjaman yang mudah tetapi bunganya sangat besar, dan pembayarannya setiap hari, andai saja waktu hari itu kita punya uang bisa untuk membayar, jika kita pada waktu itu tidak punya uang bisa pakai apa kita untuk membayarnya ( bisa membuat malu). Kita dimarah-marah oleh pengurus Bank keliling itu.
Buk Rawina ini adalah KPMD mulai tahun 2008 sampai sekarang, dan terus ditunjuk masyarakat menjadi KPMD Desa Pengudang, karena buk rawina ini selalu mengajarkan kepada masyarakat untuk membuat Proposal pengajuan pinjaman SPKP Kecamatan Teluk Sebong

0 comments:

Post a Comment