Suir angin menghempas pohon bakau
yang berbunyi mengiringi bersautan
dengan air pasang, bunyinya begitu merdu
bagaikan merpati putih bermain ditepi pantai, hal inilah yang membuat nyaman
dikala duduk di warung makan di Desa Pengudang.
Desa
pengudang merupakan Desa yang mayoritas penduduknya adalah Nelayan, ini yang membuat
buk rawina mempunyai ide untuk membuat warung makan, karena begitu susahnya
warung makan yang ada di Desa pengudang Kecamatan Teluk Sebong.
Berawal
dari ide, dulunya buk rawina ini mempunyai usaha Produksi Kepiting yang
dikirimkan ke Negeri Luar yaitu di Malaysia dan singapure, isi kepiting ini
dieksport melewati temannya yang ada di tanjung pinang.
Karena bergitu
sulitnya mendapatkan bahan baku, sehingga usaha itu tidak bisa berjalan lagi
karena untuk mendapatkan bahan baku kepiting bisa memakan waktu satu dan dua
minggu. Maka dari itu buk Rawina beralih usaha menjadikan usaha makanan, yaitu
warung makan.
Berawal dari
usaha kepiting buk Rawina untuk meminjam
di UPK pada tahun 2008, dan memulai pinjaman Rp. 5.000.000,- dari kelompok Yasinan RT.07, memulai dari usaha itu beliau
bisa membiayai keluarga dan anaknya yang masih sekolah SLTP di Desa berakit.
Buk Rawina mepunyai 4 orang karyawan untuk membersihkan kepiting.
Ide warung
makan ini berawal dari habisnya pasokan kepiting untuk diperjual belikan,
sehingga buk rawina membuat warung makan untuk membantu dari karyawannya yang
tidak mempunyai kerja tetap, sehingga bisa membantu warga yang tidak mempunyai
pekerjaan, diwarung ini buk rawina memperkerjakan satu orang pekerja, karena
warung ini juga masih dianggap belum laris atau belum terlalu ramai pengunjung
yang datang di warung ini, karena mungkin begitu jauh dari jalan besar.
Menurut buk
rawina warung ini bisa mendapatkan dana keuntungan Lebih kurang Rp. 200.000,-
perhari, dan diberikan, Rp. 20.000,- untuk karyawan penjaga warung ini sambil
memberikan makanan yang tidak habis dibeli dibawa pulang untuk makan dikala
malam, hal ini sangat membantu oleh karyawan buk rawina, dimana dari membantu
usaha kepiting sehingga membantu warung makan.
Berawal dari
mencoba membuka warung makan buk Rawina sudah merasakan keuntungan dari hasil
yang telah dikerjakannya, untuk modal buk rawina mengatakan bahwa tak susah
lagi karena PNPM-mandiri perdesaan Kecamatan Teluk Sebong bisa membantu dana
modal menjalankan usaha, dan juga bunganya tidak terlalu besar, dibandingkan
jika kita meminjam di Bank Keliling, yang setiap harinya meminta pembayaran
yang bunganya begitu besar.
Bank keliling
sering datang ketempat Warung makan buk rawina, sering memujuk buk rawina untuk
meminjam di tempatnya, tetapi buk rawina selalu tak mau dengan alasan sudah
meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan Kecamatan Teluk Sebong.
Menurut buk
rawina PNPM-Mandiri Perdesaan disini sangat menguntungkan masyarakat dimana
sampai sekarang di Desa Pengudang sudah mempunyai 6 kelompok yang masih aktif
meminjam di PNPM-Mandiri Perdesaan, saya juga selalu mengatakan kepada
masyarakat untuk meminjam di PNPM –Mandiri Perdesaan saja, memang prosesnya lama
tetapi kita meminjam tidak cekik leher (kata bunga yang besar bahasa melayu
pengudang) seperti bank-bank keliling itu, dengan pinjaman yang mudah
tetapi bunganya sangat besar, dan pembayarannya setiap hari, andai saja waktu
hari itu kita punya uang bisa untuk membayar, jika kita pada waktu itu tidak
punya uang bisa pakai apa kita untuk membayarnya ( bisa membuat malu). Kita
dimarah-marah oleh pengurus Bank keliling itu.
Buk Rawina ini
adalah KPMD mulai tahun 2008 sampai sekarang, dan terus ditunjuk masyarakat
menjadi KPMD Desa Pengudang, karena buk rawina ini selalu mengajarkan kepada
masyarakat untuk membuat Proposal pengajuan pinjaman SPKP Kecamatan Teluk
Sebong








0 comments:
Post a Comment